Stored Procedure dan Trigger
.png)
1. Pengenalan Stored Procedure
Stored Procedure adalah sekumpulan perintah SQL yang disimpan di dalam database. Stored Procedure digunakan untuk menjalankan serangkaian operasi yang kompleks atau berulang dengan cara yang lebih efisien. Stored Procedure dapat menerima parameter input dan mengembalikan nilai output.
Keuntungan menggunakan Stored Procedure:
Meningkatkan keamanan dengan membatasi akses langsung ke data.
Meningkatkan performa karena eksekusi SQL disimpan dalam server.
Mempermudah pemeliharaan karena logika dapat dipusatkan di dalam database.
2. Pembuatan dan Eksekusi Stored Procedure
Contoh Stored Procedure: Misalkan kita memiliki database db_mobil dan ingin membuat stored procedure untuk menghitung harga total sewa mobil berdasarkan jumlah hari dan tipe mobil.

Cara eksekusi Stored Procedure:

3. Pengenalan Trigger
Trigger adalah sebuah prosedur khusus yang dijalankan secara otomatis sebagai respon terhadap perubahan dalam data pada tabel database. Trigger dapat digunakan untuk melakukan validasi, pembaruan data, atau log perubahan.
Jenis Trigger:
BEFORE Trigger: Dijalankan sebelum operasi insert, update, atau delete.
AFTER Trigger: Dijalankan setelah operasi insert, update, atau delete.
4. Pembuatan dan Penerapan Trigger
Contoh Trigger: Misalkan kita memiliki tabel transaksi dan ingin membuat trigger yang mencatat perubahan pada tabel log_transaksi setiap kali data transaksi diupdate.

Penjelasan Trigger:
Trigger ini dijalankan setelah data di tabel transaksi diperbarui (update).
OLD.status mengacu pada nilai status sebelum diupdate, dan NEW.status mengacu pada nilai status setelah diupdate.
Data yang telah diubah dicatat dalam tabel log_transaksi yang menyimpan transaksi_id, old_status, new_status, dan waktu perubahan.
SANGGAR DIGITAL